Operasi Katarak Buat Gadis Kecil Meiva

  • 2022-04-20
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 329
Foto: OBI

Saat penglihatannya semakin kabur, Meiva menjadi sangat khawatir. Meiva sangat takut jika ia benar-benar menjadi buta suatu hari.

Meiva Felisia Hapendatu (11 tahun) biasa dipanggil Meiva saat ini duduk di kelas 5 di SD GMIM 27 Manado. Meiva adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus suami dan anak-anak di rumah.

Saat Meiva mulai bersekolah, ia sering mengeluhkan bahwa mata sebelah kanannya kabur. Sampai pada suatu kali orang tuanya membawa Meiva berobat di klinik mata. Ternyata dari hasil pemeriksaan dokter, mata Meiva mengalami katarak bawaan yang sudah ada sejak Meiva masih dalam kandungan. Kenyataa ini membuat Meiva sedih dan menjadi rendah diri, Meiva bahkan menarik diri dari pergaulan, baik di sekolah maupun dengan teman-teman di rumah.

Orang tua Meiva mengupayakan pengobatan tradisional. Beberapa tempat sempat mereka datangi namun tidak membuahkann hasil. Bahkan orang tua Meiva telah mencoba obat-obatan tradisional yang berasal dari akar tumbuhan sampai ada obat tetes dari daun-daunan. Tapi semuanya tidak membawa hasil malah obat tetes yang diberikan ke Meiva membuat matanya perih.

Saat pengelihatan mata kanan Meiva semakin kabur, ia menjadi sangat khawatir. Meiva sangat takut jika ia benar-benar tidak bisa melihat suatu hari. Tapi orang tuanya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sama sekali tidak punya biaya untuk mengobati katarak anaknya. Mereka hanya bisa berdoa, menunggu ada mujizat buat Meiva.

Sejak April 2021 Meiva mengikuti Program School of Life (SOL) atau Sanggar Belajar Anak Kec. Malalayang, Menado. SOL yang mulai berjalan sejak 2019 ini disponsori oleh Obor Berkat Indonesia. Murid yang belajar di sini jumlahnya bisa mencapai 80 oanak, usia 7 sampai dengan 12 tahun.

Di sanggar belajar SOL, guru pembimbing memperhatikan sikap Meiva yang semakin pendiam dan sulit bergaul. Setelah ditanya, Meiva menceritakan bahwa ia merasa minder dan malu karena di mata kanannya ada bintik putih katarak sehingga membuatnya tidak bisa melihat dengan baik. Mengetahui hal itu, guru SOL menghibur dan mendoakan Meiva. Sejak hari itu, Meiva mengalami perubahan, berangsur Meiva mulai percaya diri dan mau bergaul dengan teman-temannya.

Saat itu OBI sedang memulai program Life Changing Surgery (LCS) dan salah satu guru SOL tahu bahwa OBI Pusat mempunya program operasi gratis. Ia menghubungi OBI dan mengajukan nama Meiva untuk mendapatkan bantuan operasi gratis. Nama Meiva langsung masuk daftar calon pasien. Dan setelah menunggu cukup lama, akhirnya pada awal Maret 2022, Meiva mendapatkan jawaban untuk jadwal operasi katarak gratis untuk mata kanannya. Setelah melalui beberapa proses pemeriksaan, Meiva layak secara medis untuk mendapatkan tindakan operasi dan pada 21 April 2022 ia sudah menjalani operasi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Terima kasih Mitra OBI, 1 anak lagi telah Anda tolong, sehingga ada masa depan yang lebih baik buat dia dan keluarganya.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html