Pelajaran Soft Skill di PKBM OBI yang Telah mengubah Nurul

  • 2022-02-21
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 553
Foto: OBI

Nurul mengubah sikapnya di masa lalu yang tidak baik dan membuktikan bahwa ia bisa.

Sebelum bergabung menjadi siswa Paket A (setara SD) PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) OBI, Nurul Subet (17 thn) adalah anak yang malas belajar, lebih suka bermain daripada pergi ke sekolah, sampai akhirnya ia putus sekolah karena tidak ada biaya untuk melanjutkan.

Mendengar ada sekolah gratis, orang tua Nurul mendaftarkannya ke PKBM OBI. Dalam proses mengikuti kegiatan belajar mengajar, Nurul tergolong anak yang pendiam, tidak percaya diri, takut berdiri di depan kelas hingga gemetar dan keringat dingin. Seiring berjalannya waktu, Nurul sering diberikan pemahaman tentang "gambar diri" oleh guru-guru OBI. Perlahan-lahan Nurul mulai berani berbicara, mulai berani bertanya, berani berdiri di depan kelas.

"Pertama kali saya masuk sekolah OBI, saya belum bisa apa-apa, tidak percaya diri, bahkan membaca menulis saja masih banyak kekurangan, suka melawan orang tua dan suka berbicara sembarangan. Beruntung saya diajari dengan baik oleh guru-guru saya, diberikan motivasi sehingga sampai hari ini saya sudah duduk di kelas 3 SMP Negeri di dekat rumah. Saya sempat ragu apakah saya bisa diterima di sekolah negeri, ternyata saya mendapat kesempatan tersebut. Sekali lagi, kesempatan itu saya dapatkan berkat didikan guru-guru OBI, terima kasih untuk guru-guru yang sudah mendidik saya,” ungkap Nurul saat mengunjungi sekolah OBI.

Selain pelajaran umum seperti Baca, Tulis, Matematika, dan Bahasa Inggris, siswa-siswi di PKBM OBI juga menerima pengetahuan soft skill. Soft skill yang selalu diberikan kepada anak didik di OBI adalah: Bagaimana menjadi percaya diri (gambar diri), public speaking (berani berbicara di depan kelas), kreativitas, mampu bekerja sama dan bisa mengatur waktu dengan baik. Dan inilah yang banyak mengubah hidup Nurul dan juga anak-anak lainnya yang ada di PKBM OBI.

Kini Nurul bukan lagi Nurul yang dulu lagi, ia sedang berjuang untuk meraih cita-citanya menjadi pemain sepak bola profesional. Nurul sudah berani dan percaya diri, bahkan sudah menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html