Melalui Modal Usaha OBI, Ibu Upi Penuhi Kebutuhan Keluarganya

  • 2022-01-07
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 155
Foto: OBI

Semenjak anak bungsu dan suaminya meninggal, Upi harus mengalami depresi panjang dan bekerja keras demi kelangsungan hidup keluarganya.

Upi Agus (48 thn) merupakan orang tua dari Ridwan Sulaeman (15 thn) yang merupakan  siswa paket B PKBM (Pusat kegiatan Belajar Masyarakat) OBI, Tanah Merah, Jakarta Utara. Ridwan merupakan anak pertama, adik dan ayahnya sudah meninggal dunia. 

Mereka tinggal di rumah kontrakan di Tanah Merah bersama dengan nenek Ridwan yang sudah tidak bisa melihat karena katarak. Sewaktu suami Upi masih hidup, kehidupan keluarga ini berkecukupan. Suaminya juga sangat menyayangi keluarga.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan keluarga ini pun berubah. Mulai dari anak bungsunya Rauf Abdullah terkena penyakit demam tinggi hingga meninggal dunia. Upi sangat kaget, merasa terpukul dan sedih. Ia tidak percaya karena selama ini Rauf tumbuh sehat, gemuk, jarang sakit dan sangat lucu. Upi kemudian menjadi depresi, menganggap dirinya tidak dapat mengurus anak dengan baik. Apalagi ia merasa suaminya menyalahkannya atas kepergian Rauf, bahkan sampai tetangga- tetangga pun menganggap  Rauf meninggal karena kelalaiannya. 

Kehidupan rumah tangga Upi kemudian menjadi kacau. Suaminya menjadi sering marah- marah, tetapi ia bersabar dan mencoba ikhlas menerima semuanya. Hingga suaminya pun kembali lagi berlayar. Selama dua minggu berlayar, Upi menerima kabar jika suaminya telah meninggal dunia di tengah laut sehingga mayatnya tidak dapat dibawa pulang ke Jakarta. 

Upi semakin depresi dan tak percaya bahkan pernah menganggap itu hanya alasan suaminya saja untuk meninggalkan keluarga karena marah.

“Sampai sekarang pun saya tidak mendengar beritanya lagi, benar atau tidak saya hanya berserah kepada Tuhan saja,” katanya.

Cukup lama Upi mengalami stress dan depresi sehingga Ridwan dan neneknya menjadi terlantar. Mereka hidup miskin dan serba kekurangan.

Namun kehidupan harus terus berjalan, kemudian Upi mencari nafkah menjadi pemulung dan menggoreng peyek untuk menambah penghasilannya. Ridwan yang sudah tidak bersekolah kemudian membantunya menjadi pemulung. 3 tahun lamanya Ridwan tidak ke sekolah kemudian pada bulan Juni 2021 di usianya yang ke 15 Ridwan kembali ke PKBM OBI, Ridwan ingin melanjutkan sekolahnya agar tercapai cita-citanya menjadi Polisi.

Upi kemudian bergabung dengan kegiatan KFT (Keeping Family Together) OBI yang merupakan kegiatan mentoring pemberdayaan keluarga untuk membantu ekonomi keluarga. Kemudian OBI memberikan bantuan modal usaha berupa gerobak dan perlengkapan memasak serta bahan baku untuk Upi memulai usaha baru menjual nasi uduk. 

Kini setiap pagi Upi berjualan nasi uduk keliling dan Ridwan anaknya tidak bekerja menjadi pemulung lagi. Ridwan dapat berkonsentrasi belajar di PKBM OBI Paket B. Setiap pagi Ridwan membantu ibunya berjualan nasi uduk dan siang harinya Ridwan bersekolah.

Puji Tuhan dengan bantuan modal usaha yang diberikan ini, Upi mendapatkan penghasilan setiap hari. Dan kini ia mulai menata hidupnya kembali dengan bersyukur dan mendukung Ridwan untuk mencapai cita-citanya.

 

“Saya sangat bersyukur bisa mengenal OBI yang dengan setia menemani saya pada saat saya tidak memiliki arah tujuan hidup. Terutama saya sangat bersyukur anak saya bisa bersekolah dengan gratis.” Demikian ungkapan Upi menutup ceritanya.

 

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html