Damaria Jadi Percaya Diri Setelah Bergabung di Sekolah OBI

  • 2021-12-23
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 217
Foto: OBI

Keminderannya yang dahulu perlahan menghilang setelah ikut kelas motivasi

Dameria Sihombing adalah siswa kelas 6 Paket A di sekolah OBI. Ia adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai supir angkot dan ibunya ibu rumah tangga, sekarang mereka tinggal di kontrakan petakan.

Pada saat pertama kali masuk sekolah, Dameria adalah siswa pemalu dan susah sekali untuk bermain dengan teman-temanya, setelah jam istrahat bahkan bicara kepada temanya ataupun kepada guru selalu menunduk dan seakan teman-temannya sengaja menjauhinya.

Setelah kami menyelidiki dan memperhatikan bagaimana Damaria bersosialisasi dengan teman-temannya memang benar ia adalah murid yang suka menyendiri bahkan duduk di dalam kelas ketika pelajaran berlangsung lebih memilih bangku paling belakang. Padahal sebenarnya ia ini adalah anak yang pintar, mudah memahami materi, hanya saja rasa percaya dirinya masih belum ada.

Dameria juga adalah salah seorang murid yang tekun mengikuti ekskul membatik. Ingin melestarikan budaya Indonesia dan pintar melukis kain demikian ungkapannya.

Pada suatu hari ketika kami melakukan kelas motivasi dengan materi “Jangan Takut dan Mengapa Kita Tidak Percaya Diri”, Damaria begitu tenang memperhatikan dan ditambah lagi dengan tayangan Superyouth tentang bagaimana kita dapat menjadi percaya diri dan pemahaman-pemahaman tentang penyebab-penyebab kita tidak percaya diri seperti: kita masih ragu dan selalu membandingkan diri kita dengan orang lain, kita selalu fokus pada kelemahan dan kekurangan kita, tidak menerima kita apa adanya. Selain itu tayangan ini juga memberikan pemahaman untuk tidak takut dan tetap percaya diri dan kita harus: fokus pada kelebihan-kelebihan kita, mengenali diri kita bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang sempurna, Tuhan mempunya rencana indah pada setiap kita, hingga pada akhirnya secara otomastis kita menerima keadaan kita.

Setelah menyaksikan tayangan tersebut dia menuliskan apa yang membuat dia Tidak Percaya diri yaitu, “membandingkan dirinya dengan teman-temannya karena badannya yang gemuk” dan “merasa orang lain itu lebih baik dari dirinya sendiri dan merasa tidak layak dihadapan teman-temannya”. Namun setelah pertemuan tersebut perubahan-perubahan mulai dialami oleh Dameria. Ia mulai membiasakan diri menatap orang yang berbicara kepadanya, mengajak temannya berbicara, bahkan mengerjakan soal-soal di papan tulis dan di depan kelas.

“Apapun keadaan saya hari ini, saya tetap menerimanya, fokus untuk belajar dan saya adalah ciptaan Tuhan yang sempurna dan saya tidak perlu membandingkan diri saya lagi dengan orang lain,” demikian ungkap Dameria saat Guru kelas mengajaknya berbicara.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html