Gisa Murid TK OBI Nias Berubah Menjadi Anak yang Dewasa

  • 2021-10-14
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 15
Foto: OBI

Peubahan Gisa sangat membuat kedua orang tuanya sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan.

Gisa Sanfa Lemuela (6 tahun) adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia tumbuh di dalam keluarga yang cukup mapan secara financial, kedua orang tuanya bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Saat belum genap berusia 4 tahun, Gisa sudah terdaftar menjadi murid di TK Swasta OBI Fodo, Nias. Awalnya kami tidak bisa menerima Gisa karena usianya belum cukup, tetapi orang tuanya mengupayakan berbagai hal sampai akhirnya Gisa bisa diterima.

Awal masuk ke sekolah, Gisa tidak suka berteman. Ia cenderung cuek, tidak perduli dan cenderung mengabaikan teman-temannya. Ia tidak mau mendengarkan dan berbicara pada siapapun termasuk dengan gurunya. Bahkan, Gisa sempat tidak mau sekolah lagi karena tidak menyukai guru dan teman-temannya. Setiap ke sekolah, ia selalu ingin cepat-cepat pulang dan tidak mau belajar.

Meskipun sangat sulit, namun dengan penuh perhatian dan kasih sayang, guru-guru tidak pernah putus asa untuk mendidik dan mengarahkan Gisa. Tak lupa juga mendoakan Gisa, agar hatinya dilembutkan dengan kasih Tuhan. Selain melalui kegiatan belajar mengajar, ada banyak cara lain yang dilakukan untuk mendidik dan mengarahkan Gisa yaitu melalui Renungan harian (devosi pagi), pembelajaran Character First, dan juga mengikuti kelas motivasi.

Puji Tuhan, perilaku Gisa perlahan menunjukkan perubahan. Ia sudah mulai mau bergaul dengan teman-temannya. Ia juga sudah mulai mau mengikuti pelajaran dan mendengarkan guru saat di dalam kelas. Gisa berubah menjadi anak yang ceria, periang, pandai bergaul, dan pemberani.

Mengingat usia Gisa masih belum cukup untuk lanjut ke SD dan kemampuan belajarnya masih harus ditingkatkan lagi, maka kedua orang tuanya sepakat agar Gisa mengulang sekali lagi pelajarannya di TK B OBI. Mendengar hal tersebut, Gisa sama sekali tidak merasa minder, sedih ataupun gengsi karena tidak bisa langsung lanjut ke SD seperti teman-temannya yang lain. Ia menyadari bahwa dirinya memang masih harus meningkatkan kemampuan belajarnya.

“Iya Miss, Gisa tidak sedih saat kami bilang kalau ia tidak lanjut ke SD dulu. Bahkan dengan semangat ia berkata berkata kalau Gisa anak yang hebat, jadi kalau ia masih tetap TK, itu tidak mengubah jati dirinya bahwa ia adalah anak yang hebat,” ujar mama Gisa.

Sekarang di tahun ajaran ini, Gisa kembali duduk di kelas B (Peace) dan dia tumbuh menjadi anak yang sangat percaya diri. Dia bahkan yang memulai percakapan dengan teman-teman barunya yang tahun lalu adalah adik kelasnya. Gisa bahkan dengan dewasa memberikan contoh kepada teman-teman sekelasnya. “Miss, aku anak yang hebat, aku pasti bisa wisuda dan masuk SD OBI tahun depan hehehehe!” Ujar Gisa dengan sumringah.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html