Kakak Beradik Dina dan Dani di Sekolah Gratis PKBM OBI

  • 2021-10-04
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 166
Foto: OBI

Terlihat kurang gizi saat awal masuk sekolah, Dani mendapatkan asupan gizi tambahan selama 7 bulan

Sudah 2 tahun ini, kakak beradik Dina dan Dani menjalani masa pendidikan mereka di sekolah gratis SD PKBM OBI Tanah Merah. Biaya pendidikan yang mahal membuat mereka tidak dapat mengecap pendidikan di waktu yang seharusnya. Dina adalah anak ke-5, sedangkan Dani adalah anak ke-6 dari 8 bersudara. Ayah mereka adalah tukang sapu jalanan dan ibunya adalah seorang pemulung. Mereka tinggal di sepetak kontrakan pemukiman pemulung di daerah Jakarta Utara. Dina duduk di kelas 3 dan Dani duduk di kelas 2. 

Sejak awal masuk sekolah, berat dan tinggi badan Dani sudah terlihat tidak sesuai dengan anak-anak seusianya. Ia membutuhkan perhatian yang serius. Kemudian OBI memasukannya dalam program pemberian nutrisi tambahan dan mulai memperhatikan tumbuh kembangnya. Saat itu Dani belum bisa membaca, menulis, bahkan berhitung. Dan juga kurang bisa bergaul dengan teman-temannya.

OBI melalui program pemberian makanan tambahan, terlibat serius dalam memberikan tambahan gizi untuk siswa usia 4-12 tahun. Di PKBM OBI ada 3 siswa yang mengalami gizi buruk dan 10 anak gizi kurang. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka yang tidak berimbang antara berat badan dan tinggi badan. OBI memberikan makanan tambahan berupa susu, bubur kacang ijo, telur, serta makanan menunjang pertumbuhan gizi lainnya. Hal ini diberikan agar mereka dapat mencapai tumbuh kembang yang normal sesuai usia mereka. Selain itu, untuk mengetahui potensi anak, kematangan belajar serta kecerdasan anak maka anak-anak juga diberikan test analisis.

Kegiatan lainnya juga berupa penyuluhan gizi dan konsultasi gizi untuk orang tua murid. Karena kehidupan keluarga Dani yang kurang mampu untuk mencukupi asupan gizi, ia merupakan salah satu dari tiga siswa yang mengalami kondisi gizi buruk. Selama 7 bulan OBI melayani Dani dengan intervensi gizi sejak bulan November 2020 sampai Juni 2021.

Saat ini berat dan tinggi badan Dani sudah ideal untuk anak seusianya. Dan karena semangatnya untuk terus belajar, sekarang Dani sudah bisa mengejar ketinggalannya di sekolah dan bisa mendapatkan nilai semester yang baik. Sekarang Dani juga sudah mulai bisa membaur dengan teman-temannya dan rajin membantu orang tuanya melakukan pekerjaaan rumah.

Di masa pandemi ini, Dina selain tetap sekolah juga harus membantu ibunya mencari botol bekas untuk dijual. Hasil penjualannya diberikan kepada ibunya untuk menambah uang belanja membeli kebutuhan sehari- hari. Ini dilakukannya sehabis pulang sekolah dan terkadang saat hari libur.

Orang tua Dani sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih karena anaknya diperhatikan dan mengalami perkembangan yang baik bahkan mengalami kemajuan dalam bidang akademik dan dalam kesehatan.

“Saya sangat sedih sebelumnya melihat Dani karena tubuhnya kurus, makannya susah. Saya takut kalau dia nanti sakit. Bersyukur OBI memberikan bantuan gizi, Dani minum susu dan makan telur rebus di sekolah sebelum belajar, bahkan diberikan makan nasi dengan gizi seimbang, sehingga sekarang Dani sudah tidak susah lagi makan nasi dan sayur. Terima Kasih OBI,” demikian ungkap Ningsih, ibu Dani dan Dina saat tim OBI mengunjunginya.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html