Menjadi Koki Karena Dibina di Paket C - Sekolah Gratis OBI

  • 2021-08-31
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 229
Foto: OBI

Semula tiada harapan, kini Marthin percaya diri menjalani hari-harinya ke depan.

Berlatar belakang dari keluarga yang tempramental, Iman Marthin Saleky dididik dengan keras, bahkan sampai ada kekerasan fisik yang dialaminya. Marthin merasa hidupnya tidak memiliki harapan, apalagi setelah ia putus sekolah di SMA kelas I. Kegiatannya sehari-hari tidak jelas, sesekali Marthin menjaga parkir.

Suatu kali, Marthin mendapat info dari temannya tentang PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) OBI, kemudian ia tertarik dan mendaftarkan dirinya masuk ke Paket C.

"Setelah saya masuk ke Paket C PKBM OBI, saya mulai memiliki harapan. Saya mendapat penerimaan, bimbingan secara pendidikan dan rohani, serta diajarkan untuk disiplin dan jujur. Lebih daripada itu, saya juga diajarkan untuk memilih prioritas utama di dalam hidup, supaya dapat menjadi dampak bagi bagi banyak orang. Saya juga belajar dari tenaga pengajar OBI, bahwa meskipun dibayar seiklasnya tetapi mereka mau mengabdi memberikan yang terbaik, dan saya tergerak dengan cara apa yang saya bisa lakukan untuk kedepannya membawa nama OBI," cerita Marthin.

Selama kurang lebih dua tahun di Paket C OBI, Marthin lulus dan bekerja mengawali karirnya di suatu hotel di Bogor sebagai tukang cuci piring selama 8 bulan, kemudian ia di upgrade oleh atasannya mejadi seorang koki. Semua berawal karena disela-sela pekerjaanya Marthin sering membantu pekerjaan koki seniornya. Puji Tuhan! Kini Marthin telah diangkat menjadi karyawan dan menjadi koki penanggung jawab koki pada menu alacart.

"Terima kasih, karena melalui OBI saya bisa mendapatkan kepercayaan diri dan binaan sehingga saya sampai menjadi seperti saat ini. Gbu!" Ujar Marthin menyelesaikan ceritanya.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html