Galang Tidak Takut Lagi Untuk Memperjuangkan Cita-citanya

  • 2021-08-16
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 241
Foto: OBI

Karena tidak ingin mengecewakan kedua orangtua, Galang men jadi sering takut ketika nilainya tidak memuaskan.

Galang Karsten Finnegan Mendrofa (14 tahun). Dalam keseharian, ia biasa di panggil Galang. Ia merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara. Ia duduk di kelas VIII pada salah satu SMP di kota Gunungsitoli. Kedua orang tuanya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di bidang dinas. Dengan hasil usaha kedua orang tuanya, Galang dan saudara-saudara saya dapat bersekolah dengan penuh semangat dan sukacita.

Seperti anak pada umumnya, Galang juga memiliki ketakutan jika ia mendapatkan nilai jelek di sekolah, takut dibenci oleh orang lain, takut dimarahi dan lain sebagainya. Galang bercita-cita untuk mengikuti sekolah kedinasan seperti orang tuanya dan cita-citanya ini sangat didukung oleh orang tuanya. Namun terkadang rasa takut menghantui pikiran Galang, karena ia takut gagal dan takut membuat hati orang tuanya kecewa.

"Saya sangat terberkati sekali saat menonton kisah Femila, Acha dan juga Amanda Zevannya yang ditayangkan di LKP (Lembaga Keterampilan dan Pelatihan) OBI Nias. Saya belajar dari kisah Femila, yang cita-citanya sebagai artis(penyanyi) kurang didukung oleh orang tuanya. Tetapi ia selalu berjuang untuk mendapatkan cita-citanya tersebut. Dalam mewujudkan impiannya banyak hal yang menjadi tantangan bahkan sampai ia berfikir untuk berhenti mengejar impiannya itu karena banyak hujatan dan hinaan dari orang-orang yang tidak ia kenal di dunia maya. Dan rasa takut, sedih, kecewa menghantuinya setiap saat dan bahkan ia sampai mengutuk dirinya sendiri dan melupakan Tuhan. Tetapi dengan dukungan ayahnya, ayahnya mengajaknya untuk berdoa dan selalu meminta kekuatan kepada Tuhan dan akhirnya ia bangkit lagi dan Femila berhasil jadi seorang artis. Begitu juga dengan artis Acha yang mempunyai kekurangan dari segi fisiknya tetapi ia tetap bersyukur dan mencintai kelebihan dan kekurangannya tersebut dan selalu mengutamakan Tuhan dalam hidupnya," cerita Galang.

Melalui kisah Superyouth yang ditonton, Galang dapat belajar dan sadar bahwa yang sangat penting dalam hidup ini adalah Tuhan. Bersama Tuhan ia tak perlu takut lagi. Galang menjadi bersemangat memperjuangkan cita-citanya karena ia mempunyai Tuhan yang penuh kasih yang selalu ada buat untuknya.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html