Setelah Bergabung di Sekolah OBI, Okta Tak Lagi Kesulitan Berbicara

  • 2021-05-31
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 174
Foto: OBI

Pernah sakit parah membuat pertumbuhan Okta terganggu dan harus menjalani terapi, namun apa daya orangtuanya tidak memiliki biaya untuk pengobatannya.

Nur Ika Oktavianti (9thn) yang biasa dipanggil dengan nama Okta adalah siswa kelas 1 (Paket A) PKBM OBI. Ayahnya, Yulianto bekerja sebagai supir kurir barang. Sedangkan ibunya, Sutatik adalah seorang ibu rumah tangga yang membuka warung jajanan di sekitar tempat tinggal para pemulung untuk menambah pendapatan sehari- hari. Okta mempunyai seorang kakak, Muhammad Alfian (15thn).

Sejak kecil Okta sering diejek oleh teman-temannya karena cara bicaranya yang berbeda dari anak-anak lainnya. Karena hal tersebut, Okta  tumbuh menjadi anak yang pendiam dan tidak berani bergaul. Semuanya ini berawal saat Okta berusia 2 tahun, ia mengalami sakit parah yang mengakibatkan terganggunya salah satu syaraf di otaknya yang membuatnya menjadi terlambat dan sulit bicara. Dokter menyarankan orang tuanya supaya Okta menjalani terapi, tapi karena orang tuanya tidak mempunyai biaya, maka Okta harus tumbuh berbeda dengan anak lainnya. 

Saat usia 5 tahun Okta dimasukkan ke sebuah TK yang berlokasi di dekat rumahnya, tapi sayang setelah tamat dari tempat itu Okta tidak mengalami banyak perubahan. Sampai pada suatu hari, orang tua Okta mendapat informasi tentang sekolah gratis di PKBM OBI dan setahun kemudian Okta dimasukkan di sana.

Bulan-bulan pertama, Okta masih canggung, rendah diri dan takut, ia masih trauma akan masa lalunya yang selalu diejek oleh teman-temannya. Wali kelasnya Miss. Romauli mengetahui Okta membutuhkan perhatian, sehingga di sekolah PKBM OBI ini, ia mendapatkan perlakuan khusus dan lebih baik dibandingkan dari sekolah sebelumnya. 

Setelah 3 bulan di PKBM OBI, Okta  sudah mulai bisa beradaptasi karena teman-temannya mengerti keadaannya dan mau mengajaknya bermain, sehingga membuatnya mau  berbaur dan menyesuaikan diri. “Ika Oktavianti sekarang kalau berbicara sudah tidak malu-malu lagi, dia mau berbicara mengeluarkan suara walaupun terkadang masih terbata- bata . Dia juga sekarang aktif dalam bertanya, dia juga sudah mau menulis, menggambar atau pun belajar mengeja. Dia sekarang sudah rajin dan memiliki hasrat untuk  bersekolah dan berbicaranya pun sudah semakin jelas,” begitu kata Miss Romauli - guru wali kelasnya.

Karena pertumbuhannya yang tidak seperti anak-anak seusianya, Okta juga adalah salah satu siswa yang mendapatkan dukungan dalam program pelayanan terpadu OBI (HDME). Melalui kegiatan ini, Okta diberikan makanan tambahan berupa nutrisi seperti susu, kacang hijau, telur dan roti untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan kesehatannya. Dari program pelayanan terpadu ini, sekarang berat badan Okta sudah ideal. 

Orang tua Okta sangat berterimakasih kepada sekolah PKBM OBI dan guru- guru yang sudah menerima Okta dan membimbingnya sampai mengalami perkembangan yang sangat baik sampai saat ini. Orang tuanya juga sangat bersyukur karena di PKBM OBI inilah anaknya banyak mengalami perubahan terutama kemampuan berbicaranya yang sangat maju pesat. Orang tuanya berharap PKBM OBI semakin luar biasa dan lebih banyak masyarakat yang bisa ditolong melalui program-program yang ada.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html