Program HDME Seperti Pelangi Setelah Hujan di Kehidupan Michael

  • 2021-05-19
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 441
Foto: OBI

Betapa terpukulnya Michael saat ayahnya pergi untuk selamanya, namun ia harus tetap melanjutkan kehidupannya.

Sudah hampir setahun, semenjak Ayahnya Michael meninggal dunia. Masih teringat jelas bagi Michael (6 thn) kehadiran papa yang selalu ada untuk dia, adik dan Ibunya. Ayah yang selalu menjemputnya pulang sekolah dengan becak dan senyum di wajah yang berpeluh. Ayah selalu menjadi tempatnya bermanja. Ayah yang selalu menjadi tempatnya dan keluarga menggantungkan harapan. Jujur, hal-hal tersebut membuat Michael dan keluarga sangat berat melepas kepergian sang ayah.

Awalnya Michael sangat terpukul dengan kejadian itu. Dulu ia adalah anak yang ceria, suka bergaul dan pintar. Namun, Michael mendadak berubah menjadi pendiam, murung dan malas belajar. Bukan hanya itu saja, Michael pun menjadi malas makan dan sering sakit-sakitan.

Ibu Michael (Helena Riamawati Farasi, 38 thn) mengakui betapa sulitnya kehidupan mereka tanpa peran ayah Michael yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Ibu Michael harus bisa bertugas menjadi ayah dan ibu sekaligus untuk kedua buah hatinya. “Sulit sekali rasanya miss, saya ini hanya ibu rumah tangga biasa. Selama ini saya hanya bergantung dengan suami saja.” ungkapnya sedih. Awalnya ia merasa terpuruk dengan sejuta beban yang kini menumpuk di bahunya. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi perhatiannya kepada Michael dan adiknya. Ibu Michael mulai sibuk membuka ladang di kebun yang jaraknya jauh dari rumah dan sepulang dari sana, ia pun langsung mengerjakan orderan jahitan pelanggannya.

Ditambah lagi semenjak pandemi Covid-19 melanda, perubahan signifikan drastis terasa dalam keluarga ini. Terutama bagi Michael. Disaat sekolah harus tutup dan wajib melaksanakan Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) dengan metode daring dan juga LKPD, justru membuat Michael semakin enggan belajar. “Aku mau belajar bersama teman-teman miss”. Ya, kesepian, itulah yang Michael rasakan.

Namun, kehadiran program HDME sungguh membuat keluarga ini bersyukur. HDME menyediakan les belajar bagi setiap anak-anak yang terpilih untuk program ini. Michael pun kembali ceria. Dia akhirnya bisa bertemu dengan teman-temannya. Walaupun hanya 10 orang, namun itu sudah sangat luar biasa. Perubahan pun terjadi dalam diri Michael. LKPDnya selalu dia kerjakan. Dia pun kembali ceria dan bersenda gurau dengan teman-temannya.

Intervensi yang kerap dilakukan mentor kepada Michael juga membuahkan hasil. Disamping Michael sudah kembali ceria dan bergaul dengan teman-temannya, dan rajin belajar, kesehatan Michael juga menunjukkan perkembangan. Michael tidak lagi malas makan. Michael tergolong anak yang selalu menghabiskan makanan bahkan kerap kali menambah porsi piringnya.

“Miss, aku sekarang sering berdoa supaya Tuhan Yesus kasih kekuatan sama mama mengurus aku dan adek” ujar Michael. Mama Michael sangat berterima kasih dengan program HDME ini. “HDME membantu saya untuk bangkit kembali. Saya harus kuat untuk Michael dan Susan (adeknya). Saya yakin, ini semua campur tangan Tuhan, pasti ada pelangi setelah ini” ungkap mama Michael.

Tuhan Yesus menyertai keluarga Michael dan Anda Mitra OBI yang terus mendukung pelayanan kami.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html