Igo Bangkit dari Keterpurukan

  • 2021-05-03
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 77
Foto: OBI

Ia adalah anak yang mudah sekali emosi, dan sekali emosi bisa meledak-ledak

Ignasius atau biasa dipanggil Igo, tinggal di panti asuhan sejak kecil (bayi) sebagai anak panti. Igo selalu bersemangat untuk belajar di sekolah SD OBI Nias, hal ini di tunjukkan dengan Igo yang sangat senang membaca buku, baik buku cerita maupun fiksi tentang ilmu pengetahuan umum. Igo juga antusias untuk ikut berbagai macam penyelenggaraan (lomba) yang diadakan di sekolah. Igo juga anak yang memiliki sikap spiritual yang tinggi, Igo sudah biasa dengan melakukan devosi baik malam dan pagi hari. Begitu juga dengan spiritual di sekolah.

Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan langsung oleh guru maupun tenaga pendidik lainnya di sekolah, Igo adalah anak yang taat dan bekerja keras. Ia juga anak yang jujur atas segala Tindakan yang tidak benar menurutnya. Namun, di balik keunggulan yang dimiliki Igo, ia pun tak luput dari kelemahan, ia adalah anak yang mudah sekali emosi, emosi yang mudah meledak-ledak. Karena memang Igo adalah anak yang tidak akan mengganggu orang lain jika dirinya tidak diganggu juga. Apalagi ketika saat sedang serius belajar, kemudian dia diusilin, ia akan marah besar.

Hal-hal inilah yang membuat Igo dipandang sebagai siswa yang “nakal” karena dirinya terlihat selalu membuat kegaduhan di kelas maupun di luar kelas. Hal ini juga sesekali membuat Igo sedikit minder karena julukan itu terdengar  sampai ke telinganya. Berdasarkan sharing bersama guru, Igo menyampaikan bahwa dirinya sangat bergumul dengan orang sekitarnya yang sulit menjaga dirinya dari emosinya dan ketika kekacauan terjadi, mereka malah menuduhnya sebagai sumber kekacauan tersebut. Setelah saling sharing, Igo mendapat masukan dan nasihat  terkait pentingnya belajar dengan serius di sekolah dan membangun hubungan yang baik dengan teman dengan cita-citanya sebagai seorang tantara (prajurit TNI), Igo pun membuat komitmen untuk sebisa mungkin menjadi anak yang baik dan disiplin. Hal ini pun benar-benar ia tunjukkan, dan secara langsung gurunya melihat perkembangan signifikan Igo bahwa dirinya semakin giat belajar, bila temannya mengganggunya, ia berusaha untuk tidak membalasnya, namun langsung melaporkannya. Dirinya pun mulai sungguh-sungguh belajar dan mengejar materi yang ketinggalan. Kini Igo sudah bangkit dari keterpurukan yang dialaminya yang mencap dirinya sebagai “anak nakal” dengan kesungguhannya belajar.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html