Keluarga Bapak Karel Boesday Kehilangan Rumah Karena Badai Seroja

  • 2021-04-26
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 83
Foto: OBI

Terdapat 1 kamar kecil di dalam bengkel, ia dan keluarganya harus tinggal sementara disitu.

Ini adalah rumah dari Bapak Karel Boesday (47 tahun) dan istri Welmince Djami (47 tahun). Mereka adalah orang tua dari Bella boesday (10 tahun) salah satu anak SOL GMIT Kota Kupang. Bapak Karel bekerja sebagai tukang bangunan sementara istrinya penjual kue di sekolah. Namun semenjak pandemi ibunya tidak bisa berjualan karena sekolah diliburkan.

Waktu badai Siklon Seroja melanda NTT, mereka bertiga berada di rumah. Bella merasa takut saat kejadian karena gelap, angin kencang, dan hujan. Ketakutan bela semakin bertambah saat seng rumahnya terangkat dan plafon rubuh. Akhirnya mereka keluar dari dalam rumah dan pindah ke bengkel yang ada di samping rumah mereka untuk berlindung.

Bengkel itu milik dari adiknya Bapak Karel. Saat itu adiknya sementara berada di Sabu, sehingga mereka bisa gunakan tempat itu untuk berlindung. Di bengkel hanya ada 1 kamar kecil. Di kamar inilah Bapak Karel dan keluarganya tinggal sementara sambil menunggu rumah mereka dibangun kembali. Saat mendapatkan bantuan sembako dari OBI, keluarga mereka sangat senang dan bersyukur karena sembako yang diberikan dapat menyambung kehidupan mereka beberapa hari kedepan.

Bagi Anda yang tergerak untuk ikut membantu saudara-saudara kita di NTT, Anda bisa berdonasi melalui BCA 522 0309 292 An. Yayasan Obor Berkat Indonesia. Pastikan untuk memasukkan kode 012 di sumbangan Anda sebagai bentuk konfirmasi sumbangan untuk NTT. Contoh: Rp. 100.012.

Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa langsung menghubungi tim kami di nomor 0859 2121 3434.

 

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html