Lulus dari PKBM OBI, Sekarang Nur Fadilah Bisa Menolong Orang Lain

  • 2021-03-22
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 573
Foto: OBI

"Berbagi ilmu dengan adik-adik di PKBM OBI, tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah OBI berikan pada saya."

“Nama saya Nur Fadilah, saat ini saya berusia 18 tahun. Saya adalah anak bungsu dari 4 bersudara. Sejak saya kecil, keluarga kami hidup dengan penuh tantangan ekonomi, sehingga keluarga kami mencari kehidupan yang lebih baik dengan merantau dari NTB  ke Jakarta. Di Jakarta kami mengontrak sebuah rumah yang kecil di Tanah Merah, Jakarta Utara.

Waktu itu, Ayah saya bekerja sebagai hansip dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga saja. Walaupun ayah bekerja setiap hari, namun ibu saya seringkali terlihat susah dalam mengatur biaya kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, kami menjadi sangat susah ditambah dengan biaya membayar kontrakan setiap bulannya dan harus bayar sekolah untuk kami juga karena saat itu saya masih duduk di kelas 6 SD di sekolah umum. 

Sampai suatu saat, kami mendengar ada sekolah gratis di Tanah Merah. Saya dan kakak saya mendaftar ke sekolah PKBM OBI. Saya masuk di Paket A (setara SD) dan kakak saya masuk di Paket B (setara SMP). Selepas Paket A, saya melanjutkan ke Paket B dan terus sampai ke Paket C (setara SLTA). Dan pada tahun 2020 yang lalu saya telah lulus dari Paket C dan mendapatkan ijazah setara SLTA.

Selama 6 tahun bersekolah di OBI saya mengikuti kegiatan membatik. Mulai dari mendesain gambar batik sendiri, mencanting, sampai ke teknik pewarnaan. Guru batik mengajari saya dengan sabar dan disiplin, melaluinya saya mendapatkan pelajaran bahwa kunci untuk menghasilkan karya yang bagus adalah kesabaran, ketekunan serta dapat menyelesaikannya sampai tuntas.

Saya ingat guru batik saya sangat memperhatikan keluarga kami, terkadang ia datang ke rumah, apalagi saat 6 tahun yang lalu ayah saya mengalami sakit ginjal dan harus ke rumah sakit dua kali dalam seminggu. Guru batik saya selalu mendoakan untuk kesembuhan ayah saya, serta menguatkan ibu saya saat menjalani waktu-waktu yang memberatkannya. Sering kali juga guru batik saya memberikan susu karna badan saya yang sangat kurus waktu saya masih di Paket A (setara SD).

Saya berfikir mungkin Tuhan sudah mentakdirkan saya untuk menjadi bagian dari sekolah OBI dan saya sangat bersyukur bisa bersekolah tanpa mengeluarkan biaya (gratis) dan bisa belajar dengan nyaman. Saya juga bersyukur bisa mendapatkan teman-teman yg baik, guru-guru yang sangat luar biasa, dan yang terpenting ilmu, motivasi, yang sudah diberika dan saya dapatkan itu sangat penting dan sangat berguna bagi hidup saya yang belum tentu saya dapatkan diluaran sana.

Saat ini saya sudah lulus dari sekolah PKBM OBI, saya sangat bersyukur karena saya dapat membantu kegiatan membatik, berbagi ilmu kepada adik-adik saya di PKBM OBI. Apa yang saya berikan juga tidak seberapa dengan apa yang telah guru OBI berikan kepada saya. Selagi saya bisa, selagi saya punya kesempatan untuk berbagi ilmu yang saya miliki kenapa tidak? Kami sama-sama belajar, sama-sama mengembangkan potensi yang ada di dalam diri kami masing-masing,” cerita Nur dengan penuh rasa gembira.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html