Xeaan Bersukacita di Dalam Kesukarannya

  • 2021-02-19
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 56
Foto: OBI

Sebenarnya Xeaan sedih dan kecewa, namun ia mengerti kondisi keluarganya saat ini.

Xeaan adalah bungsu dari dua bersaudara, ia duduk di bangku kelas 2 SD OBI Fodo. Xeaan merupakan anak yang ceria dan aktif saat berinteraksi kepada setiap orang yang ditemuinya., ia juga anak yang pintar, ramah dan suka membantu teman yang kesusahan. Selama pandemi ini, ia harus belajar di rumah dan mengerjakan PR bersama kakak perempuannya. Orangtua Xeaan juga sangat kooperatif dan terbuka untuk berbagi cerita kepada guru-guru. Orangtuanya yang sibuk dalam pekerjaan dibidang usaha, harus membagi waktu mendampingi Xeaan dan kakaknya selama belajar di rumah. Menurut orangtuanya, masa pandemi ini merupakan waktu yang berharga karena dapat menghabiskan waktu bersama keluarga lebih banyak. “Pendidikan yang sesungguhnya berawal dari keluarga.” merupakan sebuah ungkapan dari papanya Xeaan.

Permasalahan yang dihadapi Xeaan dan keluarga saat ini adalah masalah perekonomian, terlebih lagi saat menghadapi masa pandemi ini. Sesungguhnya Xeaan sangat sedih karena masalah perekonomian inilah yang membuat Xeaan tidak dapat menerima rapor karena belum melunasi uang SPP. Xeaan bercerita kepada guru bahwa, hal tersebut membuatnya sedih dan kecewa, namun ia sangat mengerti akan kondisi keuangan keluarganya saat ini. Xeaan belajar menjadi anak yang mandiri dan dewasa dalam menghadapi permasalahan. Disetiap Xeaan sedih, ia selalu ingat bahwa Tuhan Yesus tidak menginginkan anak-anaknya untuk bersedih. Xeaan berusaha untuk terus bersukacita walau di tengah kondisi yang tidak ia inginkan.

Orangtua Xeaan sangat bangga kepada Xeaan karena ia berani untuk mengungkapkan isi hatinya dan belajar untuk mengerti kondisi keluarganya. Diakhir ceritanya, Xeaan mengungkapkan bahwa obat untuk bersukacita adalah selalu berdoa dan membaca Alkitab setiap hari. Ini merupakan kewajiban yang harus dilakukannya, bahkan ia yang selalu mengingatkan kedua orangtua dan kakaknya untuk selalu berdoa dan mendoakan setiap orang yang dikenal. “Xeaan selalu berusaha sabar dan tidak memikirkan hal-hal yang tidak Xeaan inginkan, karena Xeaan selalu ingat dalam hati kalau Tuhan akan selalu ada bersama Xeaan,” ujar Xeaan sambil tersenyum.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html