Mengentaskan Anak dari Resiko Kurang Gizi dengan Program HDME

  • 2021-02-19
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 139
Foto: OBI

Program HDME memberikan vitamin dan gizi tambahan untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak-anak

Data Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013 memerlihatkan prevalensi gizi buruk pada balita di Indonesia adalah sebanyak 19.6 persen. Kekurangan gizi pada anak dapat berdampak buruk terhadap tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, orangtua harus memahami gejala dan penanganan anak kurang gizi, sehingga dapat melakukan pencegahannya.

Kurangnya gizi pada anak bisa disebabkan oleh kekurangan makronutrisi, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein; atau mikronutrisi, yaitu vitamin dan mineral. Kurang gizi dapat membuat anak mengalami gangguan pertumbuhan, seperti berat badan kurang, perawakan yang pendek, bahkan mengalami gagal tumbuh.

Secara umum, kurang gizi pada anak disebabkan oleh tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi harian. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

1. Ketidaktahuan orang tua tentang gizi
2. Tingkat sosial ekonomi yang rendah
3. Kebersihan lingkungan yang buruk
4. Menderita penyakit tertentu

Melihat hal tersebut, OBI mulai menjalankan program HDME (Holistic Disciple-Making Eco-System). Anak-anak dengan diteksi kurang gizi diberikan vitamin serta makanan tambahan untuk dikonsumsi setiap hari secara bergantian seperti telur, kacang hijau, susu, dll. Secara berkala anak-anak juga diberi makanan dengan menu gizi seimbang. Anak-anak terus dipantau kesehatannya setiap hari oleh guru kelas, bahkan guru kelas juga melakukan kunjungan ke rumah untuk melihat dari dekat kehidupan anak-anak saat bersama dengan keluarganya.

Sumber: Alodokter

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html