Liniar Lase Menyesal Mengapa Tidak Mengikuti Program HDME Sejak Dulu

  • 2021-02-09
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 247
Foto: OBI

Setelah seminggu lamanya, Celena mengikuti program HDME, Liniar Lase kaget dan senang melihat perkembangan anaknya.

Pasalnya, ketika ditawari untuk bergabung dalam program Holistic Desciple Making Ecosystem (HDME), Liniar Lase (27 thn) salah seorang orangtua murid TK OBI Nias ini, sempat menolak dalam hatinya dan tidak terlalu tertarik dengan program baru yang diluncurkan oleh Cahaya Bagi Negeri (CBN) ini. Sementara berdasarkan hasil penilaian atau pun pengamatan terhadap anaknya selama ini di sekolah, Celena Kasih Zebua (Pr, 5 thn), baik dalam hal belajar maupun melihat kondisi fisiknya, dianggap perlu mendapatkan intervensi langsung melalui program ini. Liniar Lase beralasan, sebagai Ibu Rumah Tangga sudah cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah, kuatirnya dengan program baru ini pekerjaan rumahnya akan terbengkalai dan rumah tidak terurus dengan baik.

Menyadari bahwa orangtua belum mengenal lebih jauh manfaat program ini, Liniar Lase kemudian mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Program HDME merupakan salah satu program pilot project yang diuji cobakan di wilayah pelayanan CBN di Kepulauan Nias, merupakan program integrasi yang melibatkan anak dan orangtua dalam beberapa program kegiatan yang dirancang khusus untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan anak dan keluarga. Harapannya, keberhasilan project ini akan bisa memberkati banyak keluarga-keluarga di Indonesia, di mulai dengan program pendidikan, kesehatan dan pemenuhan gizi anak, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi serta memperhatikan kehidupan sosial kerohanian keluarga peserta program HDME.

Membangun kesadaran dan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam program HDME merupakan satu tantangan nyata yang terjadi di lapangan, beberapa orangtua menyambut baik dan beberapa lainnya memandang skeptis, menganggap tak ubahnya hanya sebatas program belaka tanpa hasil dan kerja nyata. CBN hadir melakukan terobosan-terobosan di tengah masa pandemi yang sedang melanda, menyentuh kebutuhan anak dan keluarga dan berjalan bersama dengan mereka, menemukan pola yang sesuai dengan budaya setempat, dan bersama merasakan perubahan ke arah yang lebih baik.

Atas kesepakatan keluarga, Celena diperkenankan mengikuti program HDME. Setelah seminggu lamanya, Celena mengikuti program HDME, Liniar Lase kaget dan senang melihat perkembangan anaknya. Satu hal yang membuat Liniar Lase senang, karena seminggu sebelumnya, Liniar Lase menimbang anaknya di Puskesmas, berat badannya saat itu hanya 14 kg, sementara sekarang, setelah seminggu kemudian, timbangannya naik menjadi 15,5 kg. “Saya kaget dan senang melihat berat badan anak saya waktu ditimbang naik 1,5 kg, Saya sebagai Ibu ikut senang, karena anak saya kan kurus, dan nafsu makannya kurang selama ini” tutur Liniar Lase.

Peningkatan berat badan Celena yang cukup fantastis dalam seminggu ini, cukup menarik perhatian Tim CBN, ini di luar dugaan. Oleh karenanya Tim meminta konfirmasi kepada orangtua anak, Liniar Lase menyampaikan kalau Celena setelah pulang mengikuti kegiatan belajar dan pemberian makanan tambahan program HDME, Celena kembali makan di rumah, nafsu makannya meningkat, berbeda dari minggu-minggu sebelumnya, biasanya sepiring makanan saja, Celena membutuhkan waktu 60 menit hingga 90 menit untuk menghabiskannya bahkan kadang tidak habis, kalau sekarang lahap makannya.

Melihat perkembangan kesehatan dan pendidikan anaknya yang lebih baik, kini Liniar Lase kembali bersemangat dan gairah mengikuti program ini, setiap hari mulai Senin sampai hari Jumat, Liniar Lase mempersiapkan Celena bersama dengan kedua buah hatinya yang lain dan mengantarkan Celena ke sekolahnya di Desa Fodo Kec. Gunungsitoli Selatan. Dia rela menunggu hingga Celena selesai mengikuti kegiatan, sementara Liniar Lase menemani anak-anaknya yang lain yang masih kecil yang turut dibawanya, bisa bermain pada fasilitas bermain yang tersedia di TK OBI Fodo. “Kalau sudah tahu begini, saya pasti akan menyesal kalau pada awalnya tadi, tidak menerima tawaran untuk ikut HDME, saya pasti akan merasa menyesal sekali” tandasnya.

Keberhasilan program ini tentunya tidak terlepas dari peran dan partisipasi aktif orang tua dan dukungan sosialnya di dalam keluarga. Ayah dan Ibu Celena serta Kakek dan Nenek sangat mendukung program ini. Sebelum berangkat, Celena yang lebih dekat dengan neneknya ini, diberi nasehat oleh neneknya, “kalau berbicara suaranya yang besar, jangan malu-malu”, “ kalau makan jangan melamun”, “Celena dengar apa kata guru di sekolah ya”.

Celena yang kelahiran Jakarta ini mendapatkan kasih dan perhatian dari seluruh anggota keluarganya. Selama 4 tahun lamanya mereka tinggal di Jakarta Utara, mereka akhirnya memutuskan kembali ke Pulau Nias, menurut mereka tinggal di kota besar walau gaji besar, pengeluaran pun juga besar. Sudah setahun lamanya mereka tinggal di tanah kelahiran orangtua Celena ini, ayahnya Syukurman Zebua (Lk, 32 thn) yang berprofesi sebagai supir mobil, bersyukur karena anaknya Celena mendapatkan perhatian dan diberi kesempatan untuk mengikuti program HDME ini. (JAN)

Written by: Joni Arianto Nazara(JAN)

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html