Bukan Sekedar Belajar, SD OBI Nias Juga Membentuk Karakter Anak

  • 2021-02-08
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 328
Foto: OBI Nias

Sebagai orangtua, ayah dan ibunya Vance terus berusaha memberikan yang terbaik.

Vance adalah salah satu siswa SD S OBI Fodo kelas 3. Vance merupakan anak satu-satunya. Ayah Vance setiap hari bekerja sebagai seorang penjahit, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtua Vance berusaha menyekolahkannya, apalagi ia adalah anak tunggal. Mereka menginginkan agar Vance dapat menjadi anak yang memiliki pengetahuan yang baik dan dapat menjadi berkat bagi orang di sekelilingnya.

Kedua orangtua Vance sangat bersyukur bisa menyekolahkan Vance di SD OBI, Nias. Selain bisa mendapatkan pengetahuan, para guru di sekolah juga dapat mendidik Vance untuk memiliki karakter sebagai anak yang takut akan Tuhan. Orangtua Vance mengakui bahwa untuk mendidik Vance merupakan salah satu pergumulan, apalagi dengan keadaan pandemi ini mengharuskan anak-anak untuk belajar dari rumah. Orangtuanya mengakui bahwa hal ini memang terasa berat untuk dijalani, dikarenakan kesibukan dalam pekerjaan, pun keterbatasan dalam pengetahuan untuk bisa mengajari Vance. Ayah Vance berkata, “Saya dulu belum tamat sekolah. Oleh sebab itu kami sebagai orangtua juga terbatas untuk mengajari Vance. Namanya juga anak-anak pasti terkadang ada tingkah nakalnya. Susah disuruh untuk belajar. Jika saya sudah capek kerja terkadang membuat saya menjadi emosi karena tingkah Vance. Tetapi saya juga berpikir, ini anak saya satu-satunya. Kepada siapa lagi kami melimpahkan kasih sayang. Kami mau kalau Vance menjadi anak yang sukses dan dapat menjadi berkat nantinya”.

Sebagai orangtua, ayah dan ibunya terus berusaha memberikan yang terbaik. Mereka juga berusaha untuk bisa menghubungi Bapak/Ibu guru untuk bisa menanyakan hal yang belum dimengerti berhubungan dengan tugas-tugas Vance. Orangtuanya juga bersyukur bisa mengikutkan Vance dalam program HDME di sekolah, karena hal ini juga memberikan dampak bagi keluarga untuk bisa melaksanakan komsel sesuai bahan yang diberikan.

“Cita-cita saya ingin menjadi seorang tentara”, Vance mengatakan demikian. Hal ini terus mendorongnya untuk semangat dalam belajar. Saat Bapak/Ibu guru melakukan kunjungan, Vance berjanji bahwa ia akan menjadi anak yang takut akan Tuhan, taat kepada orangtuanya dan semakin rajin belajar.

Kedua orangtua Vance tetap memiliki rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka, meskipun ada saja pergumulan yang mereka hadapi. Keluarga Vance memiliki kebiasaan berkumpul bersama untuk beribadah di rumah dengan orang-orang terdekat. Mereka menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan, maka perjalanan kehidupan ini akan susah untuk dijalani.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html