Terbentur Masalah Dana, Mei Lindungan Gulo Akhirnya Bisa Ikut Les Privat

  • 2021-01-05
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 51
Foto: OBI

Memberikan pendidikan yang terbaik adalah bentuk cinta orangtua kepada anak.

Mengingat situasi pandemi Covid-19, mengharuskan kegiatan belajar di sekolah selama beberapa bulan lamanya ini diliburkan. Anak-anak diminta untuk tetap belajar dan mengerjakan pelajaran yang telah disiapkan oleh guru di sekolah. Pihak sekolah sangat mengharapkan kerjasama dan peran orangtua untuk membantu anak-anaknya belajar selama berada di rumah. Mei Lindungan Gulo (7 thn) siswa kelas 2 SD Swasta OBI Fodo awalnya tidak menyangka kalau dengan kondisi seperti ini, akan membuatnya sulit mengikuti materi pelajaran dengan baik.

Sejak dimulainya kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR), biasanya Mei menerima materi pelajaran dari gurunya, secara berkala ayahnya mengambil materi pelajaran ke sekolah setiap minggu dan meberikannya kepada Mei, hal tersebut masih terus berjalan samapi hari ini.

Namun selang beberapa lama kemudian, Mei mulai mengeluh kepada ibunya, karena pekerjaan rumahnya banyak yang belum selesai dikerjakan, sementara tugasnya harus diserahkan kepada gurunya di sekolah. Mei kadang menangis memikirkan banyaknya tugas yang harus dikerjakannya dan tidak ada yang bisa membantunya. Ibunya yang hanya tamatan kelas 2 SD ini tidak bisa banyak membantu, bahkan ibunya tidak bisa menulis. Mei memahami hal ini, sehingga ia memilih untuk menantikan ayahnya pulang dari bekerja, dengan harapan ayahnya dapat membantu mengerjakan soal-soal mata pelajarannya. Tetapi penantiannya menjadi sia-sia, karena ayahnya selalu saja pulang terlalu larut dan Mei pun sudah tertidur lelap sambil memeluk lembaran tugas-tugasnya.

Ayah dan ibunya tidak ingin keceriaan dan semangat Mei dalam belajar hilang, mereka dapat melihat kesedihan Mei. Suatu ketika, ayahnya melihat Mei mengeluhkan pelajaran sekolah kepada ibunya dengan mata berkaca-kaca dan hampir meneteskan air mata. Orangtua Mei tidak ingin keterbatasan mereka menghalangi anaknya berprestasi, minimal bisa memahami materi pelajaran sekolahnya. Mengingat kondisi tersebut, orangtuanya memutuskan mengundang guru les privat datang ke rumah untuk mengajari Mei dan adiknya belajar bersama. Disatu sisi ayahnya sempat memikirkan masalah biaya, karena keputusan ini akan menambah biaya pengeluaran bulanan sementara penghasilannya tidak bertambah. Namun pikirannya yang lain berkata kalau mereka sebagai orangtua bekerja untuk anak-anaknya dan untuk pendidikan mereka, akhirnya pada malam itu juga, hati mereka sudah bulat dan mereka sepakat meminta seorang guru privat mengajari anak mereka.

Kini, orangrtua Mei merasa senang dan bahagia bisa melihat anaknya tersenyum karena pekerjaan rumahnya sudah selesai dibaca dan dikerjakan setiap hari. Gurunya di sekolah juga merasa bahwa Mei mengalami perkembangan dalam hal belajar, karena setiap pekerjaan rumah dapat dikerjakannya dengan baik.

“Awalnya kami sempat ragu, apakah kami bisa membiayai guru privat anak kami ini terus menerus, mengingat kondisi keuangan kami sekarang ini yang pas-pasan. Tetapi kalau melihat semangat anak kami belajar, kami akan tetap berjuang agar Mei bisa mendapatkan pendidikan lebih baik dari kami, kami tidak menyesal dengan keputusan kami itu,” ujar ayahnya.

Sebagai ungkapan bahagianya, Mei yang dikenal suka bercerita dan memiliki banyak teman ini, lalu menceritakan kepada teman-teman dan gurunya, kalau sekarang ia tidak lagi bersedih kalau belajar, tetapi senang karena ada yang membantunya saat belajar di rumah. Di tengah kesulitan ekonomi keluarga dan ketidakmampuan mereka sebagai orangtua, mereka menyadari bahwa pendidikan buat anak-anaknya, menjadi hal penting yang harus menjadi perhatian mereka. Komitmen mereka untuk berjuang dengan bekerja setiap hari, merupakan ungkapan hati mereka, berusaha memberikan pendidikan yang terbaik buat setiap buah hati mereka. (JAN-ETM)

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html