Kerjasama Guru dan Orangtuanya Mengubah Sikap Jastin

  • 2020-11-16
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 63
Foto: OBI

Dari anak yang selalu pesimis dan gampang putus asa, kini Jastin bermetamorfosis menjadi anak yang optimis dan bersemangat!

Jastin merupakan siswa Paket A OBI (setara SD) kelas 4, ia anak tunggal dari pasangan Bapak Soldier E Silaban dan Ibu Jesli Natal Siagian. Ayahnya bekerja sebagai buruh barang bekas atau rongsok dan ibunya seorang ibu rumah tangga, namun sesekali jika diperlukan maka ibunya pergi bekerja di tempat barang bekas/rongsokan tempat Ayah Jastin bekerja. Sebagai anak tunggal, tentu orang tua Jastin sangat memperhatikan dan menjaganya sedemikian rupa, terlebih pada waktu Jastin masih kecil ia pernah mengalami sakit dibagian kepala yang membuat Jastin sangat sensitif dan mudah sakit-sakitan. Kemanapun Jastin pergi maka ibunya akan selalu menemani. Ia tidak pernah dibiarkan berjalan sendiri, sekalipun jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, hal tersebut masih dilakukan hingga saat ini.

Diperlakukan secara khusus sejak kecil, membuat Jastin berpusat kepada diri sendiri dan membentuknya menjadi seorang anak yang egois, tidak mau berbagi, tidak mau mengalah, tidak mau menolong temannya yang memerlukan pertolongan dan setiap memiliki keinginan harus dituruti. Kemudian Jastin mulai bergabung dengan kegiatan membatik di House Of Art. Awalnya agak sulit baginya untuk mendengar instruksi dari pengajar. Ia memilih untuk mengikuti apa yang ingin ia lakukan. Tim pengajarpun terus memberikan arahan dan aturan yang diberlakukan untuk dapat dipatuhi oleh para siswa. Jika diberikan kegiatan menggambar, ia tidak pernah dapat menyelesaikannya dengan baik, bahkan seringkali ia meninggalkan begitu saja tugas yang diberikan. Kesadarannya Jastin untuk bertanggung jawab sangatlah minim. Ia selalu berlindung pada orang tuanya, karena ia tau kedua orangtua Jastin sangat menyayanginya. Namun kami terus mendidik Jastin dan melatihnya untuk dapat belajar bertanggung jawab, belajar peduli dengan orang lain, mau berbagi dan mau menolong orang lain. Hal itu kami sampaikan terus disela-sela belajar membatik, hingga kami sampaikan pada orang tua Jastin agar dapat melatihnya untuk belajar menjadi anak yang mandiri dengan membantu orangtua mengerjakan pekerjaan rumah.

Puji Tuhan, saat ini Jastin mengalami perubahan. Secara perlahan ia menjadi seorang anak yang mudah berbagi dengan yang lain. Ia juga dapat melakukan pekerjaan rumah sendiri dengan tidak mengandalkan orang lain. Jika selesai melakukan kegiatan membatik, tanpa disuruh ia dapat mengembalikan alat-alat ketempatnya semula setelah digunakan. Hubungan dengan orang lain semakin hari semakin baik. Dalam hal kerohanian, ia sangat senang sekali berdoa. Apabila ditanya siapa yang mau berdoa, maka dengan cepat ia akan mengajukan diri untuk berdoa. “Nanti saya yang berdoa pulang ya bu, jangan yang lain”, demikian Jastin mengajukan diri sebelum ditanya atau ditunjuk untuk berdoa.

Ada cerita menarik pada kegiatan Hari Batik pada tanggal 2 Oktober. Kami memperingatinya dengan membuat batik jumputan Bersama dengan orang tua dirumah. Dengan harapan ada kerjasama antara orang tua dengan anak dan melatih anak untuk mengkomunikasikan apa yang akan dikerjakan. Kami menyarankan kepada mereka untuk mengerjakan batik jumputan pada siang hari, sehingga setelah kain diwarnai dapat dikeringkan dengan segera. Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Jastin. Ia memaksa kedua orangtuanya untuk mengerjakannya di malam hari, begitu melihat hasilnya di pagi hari, Justin kecewa karena batik jumputannya tidak berhasil.

Tidak patah semangat sampai disitu, Jastin mendatangi guru batik di House Of Art untuk meminta ijin mengulang kembali membuat batik jumputannya. Kemudian ia membuat ulang bersama dengan beberapa orang lainnya dengan menggunakan kain yang sama. Namun hasil yang didapat masih tidak sesuai harapan. Ia besama dengan ibunya tidak patah semangat. Mereka dengan optimis mengerjakan ulang di rumah pada malam harinya. Dan kali ini hasil yang diperoleh sangat memuaskan. Melalui peristiwa ini terjadi kerjasama yang diharapkan antara anak dan orang tua. Perubahan yang terjadi pada diri Jastin sangatlah menyenangkan, dari yang selalu pesimis menjadi optimis, dari yang gampang putus asa berganti dengan selalu semangat. Kami melihat perubahan seorang anak dimulai dari sikap dan didikan dari orang tuanya di rumah. Ketika kita mendidik anak disekolah untuk anak berubah, maka perubahan akan berhasil apabila pesan tersebut diterima oleh orangtua dan diterapkan juga oleh orangtuanya di rumah. Anak yang berhasil, dimulai dari rumah. 

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html