Kembali Menolong Korban Erupsi Gunung Sinabung

Show English Version

  • 2014-11-03
  • Author : Togi Gultom
  • Views : 2531
Kembali Menolong Korban Erupsi Gunung Sinabung

"Di tengah bencana yang melanda desa ini akibat debu vulkanik yang terus menghampiri Desa Penampen ini, hampir satu tahun belum juga ada bantuan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan warga dikarenakan kebun mereka tidak dapat menghasilkan apa-apa." (Bapak Keloko Bangun)

Setelah letusan dan erupsi semenjak akhir 2013 sampai awal 2014, Gunung Sinabung kembali bererupsi pada Oktober 2014. Erupsi tersebut membuat area pemukiman dan lahan masyarakat Tanah Karo setempat tertutup debu abu vulkanik tebal. Debu abu vulkanik ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga mematikan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Lahan dan kebun tak lagi bisa digarap untuk menghasilkan sesuatu untuk dimakan atau dijual. Banyak juga yang mengalami gagal panen. Padahal, mayoritas masyarakat setempat menggantungkan penghidupannya pada profesi mereka sebagai petani. Karena bencana letusan dan erupsi Gunung Sinabung ini, masyarakat setempat juga banyak yang menderita penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Kurangnya prasarana kesehatan dan bantuan bahan makanan pokok sehari-hari merupakan masalah yang serius bagi masyarakat setempat. Apalagi, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali dari tempat pengungsian ke rumah mereka masing-masing.

Melihat kebutuhan masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung, Obor Berkat Indonesia pun kembali turun untuk memberikan pertolongan. Tim medis pun diberangkatkan langsung dari Jakarta menuju Tanah Karo, Sumatera Utara. Mulai dari 19 Oktober 2014 – 31 Oktober 2014, tim medis OBI berkeliling ke desa-desa korban erupsi Gunung Sinabung untuk memberikan pertolongan medis yang diberikan secara gratis. Selama itu, ada 2.134 orang jumlah total pasien yang dilayani oleh Obor Berkat Indonesia. Berikut daftar nama desa korban erupsi Gunung Sinabung yang telah dilayani oleh Obor Berkat Indonesia.

  1. Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo
  2. Desa Susuk, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  3. Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  4. Desa Mardingding, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  5. Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  6. Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo
  7. Desa Penampean, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  8. Desa Kutagugung, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo
  9. Desa Temburun, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  10. Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
  11. Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo
  12. Desa Rimo Ayu, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo
  13. Desa Batu Karang Lau Buah, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo
  14. Desa Jandi Meriah, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo

"Saya akhirnya bisa mendapatkan pengobatan tanpa harus mengeluarkan biaya dan tanpa harus keluar dari desa kami. Terima kasih mitra OBI, bantuan Anda sangat berarti bagi kami, terutama bagi masyarakat Desa Kutagugung," kata Bapak Parmi Ginting, salah satu pasien dari masyarakat Desa Kutagugung. Bapak Parmi Ginting memang sudah sebulan ini menderita demam dan batuk setelah kembali dari pengungsian ke tempat tinggalnya. Desa Kutagugung sendiri, yang terdiri dari 296 KK dan 1200 jiwa ini juga baru mendapatkan pelayanan kesehatan yang pertama kali oleh Obor Berkat Indonesia, setelah kembali dari pengungsian.*

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html