Tidak Mudah Menyerah, Keluarga Ini Temukan Cara Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari

  • 2023-01-20
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 60
Foto: OBI

Tidak memiliki pemasukan di masa pandemi, hingga berdagang kopi d pinggir jalan dilakukan oleh keluarga ini. Hingga akhirnya mendapatkan modal usaha dari OBI.

Tanpa berbekal pendidikan dan keterampilan yang cukup memadai, Ibu Ratna Nengsih (30 tahun), suaminya Zainudin (43 tahun) dan kedua anaknya Yusuf (12 tahun) dan Adinda (8 tahun) pergi merantau ke Jakarta. Mereka tinggal dengan menyewa sepetak rumah kontrakan di Tanah Merah, Jakarta Utara.

Selama masa pandemi lalu, suaminya sempat tidak memiliki pekerjaan. Hingga di tahun 2022, suaminya mencoba peruntungan dengan membuat usaha berdagang kopi yang mangkal di pinggir jalan. Sementara itu, Ibu Ratna hanya menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurus kedua anaknya. Namun ternyata usaha yang dijalankan suaminya juga masih belum dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Adinda anak keduanya, merupakan murid dari PAUD OBI Tanah Merah, Jakarta Utara. Adinda sudah bersekolah di PAUD OBI selama 3 tahun, sejak usianya 4 tahun, hingga berusia 7 tahun. Ibu Ratna termasuk orang tua murid yang aktif mengikuti kegiatan di sekolah OBI. Salah satunya adalah kegiatan pertemuan orang tua murid yang rutin dilakukan setiap minggunya.

Pada bulan April 2022, Ibu Ratna masuk sebagai anggota Community Development OBI. Ia memiliki keinginan dan kemauan untuk dapat mendukung keuangan keluarga dengan membuat usaha makanan. Setelah dibimbing dalam komunitas, kemudian pada bulan Juni 2022 ia mendapatkan bantuan modal usaha dari OBI berupa peralatan memasak serta bahan-bahan untuk membuat makanan.

Ibu Ratna memulai usahanya dengan berjualan Ayam Geprek. Ia menawarkan dagangannya dengan sistem pre-order, sehingga ia harus mencari orang yang mau memesan dagangannya, mendatanya dan memasak sesuai dengan jumlah pesanan. Kebetulan ia banyak menerima orderan dari para pekerja di tempat suaminya mangkal berjualan kopi. Tidak sampai disitu saja, ia juga menjual gorengan sebagai variasi. Tanpa disangka, dagangan gorengannya selalu habis terjual setiap hari.

Dengan usahanya tersebut akhirnya Ibu Ratna dapat membantu suaminya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan ia juga menyisihkan keuntungan hasil penjualannya untuk ditabungkan. Ketika ada waktu luang, ia tidak pernah tinggal diam. Ia memanfaatkan bungkus-bungkus kopi sachet bekas suaminya berjualan untuk dijahit menjadi sebuah tikar yang dapat dijual kembali. Tikar hasil keterampilannya itu dijual dan setelah terkumpul hasilnya, ia dapat membeli sebuah payung besar untuk membuat lapak dagang bersama dengan suaminya.

Rasa syukur yang mendalam dirasakan oleh Ibu Ratna dan keluarganya. Berkat bantuan modal usaha yang diberikan oleh OBI, sedikit demi sedikit ia dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Bahkan ia sudah mulai menyisihkan keuntungan dagangnya untuk ditabung, guna memperbaiki perekonomian keluarganya menjadi lebih di masa depan.
Terima kasih Mitra OBI, dukungan Anda telah membantu satu keluarga untuk dapat survive dan menyelamatkan generasi anak di masa depan. Masih banyak lagi keluarga di luar sana yang membutuhkan uluran tangan Anda, mari terus bergandeng tangan bersama OBI untuk menolong mereka.

 

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html