Memilih Mengampuni, Keluarga Siswa PAUD OBI Ini Kembali Rukun

  • 2022-09-28
  • Author : Anastasia Aprita Lusi Ekanaru
  • Views : 169
Foto: OBI

Masalah yang terjadi pada orang tua dapat mempengaruhi masa depan anak dikemudian hari.

Sejak bergabung pada tahun 2021 di PAUD OBI, Tanah Merah, Jakarta Utara, Feshdahriel (5 tahun) dan ibunya sering keluar masuk rumah sakit. Hal tersebut juga membuat Riel menjadi jarang datang ke sekolah. Riel merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, ayahnya bekerja sebagai seorang supir dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Saat pembagian raport semester ganjil, Ibu Herni menceritakan keadaan rumah tangganya dengan Bapak Arman yang sedang tidak harmonis. Dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati, ia bercerita sambil menangis. Kurang lebih satu tahun, suaminya sering pulang kerja larut malam, bahkan terkadang tidak pulang ke rumah. Jika ditanya, suaminya selalu mengatakan lembur, tetapi dari segi penghasilan tidak ada penambahan. Hal itu membuat Ibu Herni merasa curiga dan terdorong untuk mencari tahu mengapa sikap suaminya berubah.

Akhirnya, Ibu Herni mengetahui alasan dibalik perubahan perilaku suaminya. Saat ia mengkornfirmasi kebenarannya pada suaminya, mereka malah menjadi bertengkar. Ibu Herni mencoba mencari solusi agar rumah tangganya bisa kembali harmonis seperti semula, namun ia malah semakin sakit hati dan stress. Oleh sebab itu ia sempat dirawat inap di rumah sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita sakit maag kronis.

Setiap menjemput Riel sekolah, Ibu Herni selalu bercerita dengan guru di PAUD OBI. Ia merasa mendapatkan penguatan dan semangat setelah usai bercerita dan mengungkapkan isi hatinya. Ia juga tetap menjadi istri yang baik untuk suaminya dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri di rumah.

Pada pertemuan parents meeting Ibu Herni menyaksikan tayangan tentang wanita yang dikhianati oleh suaminya karena temperamen sampai tangannya dipotong, namun wanita itu dapatmemaafkan suaminya. Ibu Herni merasa tertegur dengan tayangan tersebut, ia tidak mau menyelesaikan masalah dengan emosi agar masalahnya dengan suami dapat terselesaikan dengan baik, setelah itu ia pun perlahan memaafkan suaminya.

Saat guru OBI berkujung ke rumah Ibu Herni, kami mendapatkan kesaksian yang luar biasa “Puji Tuhan! Sejak mendapat bimbingan dari guru-guru, saya jadi menyadari tugas saya sebagai penolong bagi suami saya yang selama ini tidak saya lakukan, sekarang saya sudah mempraktekannya setiap hari. Puji Tuhan, ia telah berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya dan sudah mau ikut beribadah. Saya percaya bahwa Tuhan telah menjawab doa-doa saya. Terima kasih untuk guru-guru PAUD OBI untuk doa dan bimbinganya buat saya.” Ungkap Ibu Herni.

Share this article :
https://www.oborberkat.com/patner/donation.html