Para Korban Erupsi Gunung Agung Membutuhkan Bantuan Anda

Status Gunung Agung saat ini (25/9/2017) naik menjadi awas. Status awas merupakan keadaan dimana letusan awal diikuti oleh semburan abu , uap hingga erupsi besar. Kondisi Erupsi besar tersebut kemungkinan akan berlangsung dalam kurun waktu 24 jam.

Peresmian Program Tari Maena Siaga Bencana Kabupaten Nias Selatan

Program Tari Maena Siaga Bencana periode I tahun ajaran 2016/2017 telah usai dilaksanakan di Kota Gunungsitoli, Nias. Kini pada periode ke-2, Obor Berkat Indonesia, JICA (Japan International Cooperation Agency), dan Universitas Wako Jepang melanjutkan program ini untuk diujicobakan di 6 sekolah yang berada di Kabupaten Nias Selatan.

OBI Menanggapi Korban Kebakaran di Tanah Merah

Senin (5/6/2017) sekitar pukul 15.30 WIB kawasan perumahan padat penduduk di Jalan Perjuangan, Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara dibuat rata dengan tanah oleh keganasan si jago merah. Dalam hitungan menit saja percikan api yang berasal dari petasan berubah menjadi kobaran api yang melahap puluhan rumah.

Trauma Healing Untuk Anak-Anak Korban Kebakaran

Selain mengadakan kegiatan layanan kesehatan dan membagikan pakaian yang layak pakai, OBI juga peduli terhadap psikologis korban kebakaran, terutama anak-anak. OBI memberikan trauma healing untuk membantu memulihkan traumatik anak-anak yang menjadi korban kebakaran di Tanah Merah.

Pasca Kebakaran, Shelter House OBI Terus Berjalan

Musibah kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk di Jalan Perjuangan, Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, pada 5 Juni 2017 juga menimpa Shelter House OBI. Akibat terbakar, rumah yang sehari-hari dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar Shelter House OBI ini tak lagi bisa digunakan.

Mengenal Lebih Dalam Tari Maena Siaga Bencana

Belajar mitigasi bencana melalui tari dan nyanyian, bagaimana caranya? Bersama Obor Berkat Indonesia, JICA (Japan International Cooperation Agency), dan Universitas Wako Jepang, anak-anak dapat belajar mitigasi bencana melalui budaya lokal, sambil menari dan menyanyi. Ya, lewat Tari Maena Siaga Bencana.

Tari Maena Siaga Bencana, Integrasi Kurikulum & Sustainabilitas

Sustainabilitas atau perubahan keberlanjutan adalah tujuan utama dari program Tari Maena Siaga Bencana. Tak hanya berlangsung selama satu tahun periode program di 12 SD percontohan di Gunungsitoli dan Nias Selatan, tetapi juga dapat membudaya: terus dipelajari, disosialisasikan, dan dipraktikkan seterusnya. Karena itu, dalam kemitraan dengan Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Tari Maena Siaga Bencana memang direncanakan untuk masuk ke dalam kurikulum lokal tingkat SD di Gunungsitoli, Nias. Rencana ini juga didukung Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, yang mengumumkan bahwa Tari Maena Siaga Bencana ini akan diintegrasikan ke semua sekolah di wilayahnya mulai tahun 2017.

Bersiap Melalui Sistem Sekolah Siaga Bencana

Sistem Sekolah Siaga Bencana merupakan salah satu kebutuhan. Mengingat bahwa Indonesia secara geografis, gologis, hidrologis, dan demografis termasuk salah satu daerah rawan bencana, kesiap-siagaan terhadap bencana perlu dibangun dan dipikirkan di berbagai tempat, tak terkecuali di sekolah. Dengan tujuan dan harapan dapat meminimalisir dampak bencana jika terjadi, Sistem Sekolah Siaga Bencana perlu dimiliki sekolah-sekolah di Indonesia. Khususnya, yang terletak di daerah rawan bencana.

https://www.oborberkat.com/patner/donation.html