Anak Meniru Perilaku Orang Tua

Show English Version

  • 2017-06-22
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 924
foto : obi/monica

Hari Keluarga Nasional (Harganas) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 29 Juni. Tercatat pada tahun 2017 ini, Harganas telah diperingati 17 kali di Indonesia dan diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi seluruh masyarakat untuk lebih peduli dengan kondisi keluarga masing-masing.

 

Keluarga menjadi hal yang sangat penting bagi Indonesia karena melalui peran keluarga kemajuan pembangunan bangsa dapat terus dipupuk dan berkembang. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh the National Centre on Addiction and Substance Abuse dari Colombia University, menunjukan bahwa makan bersama anggota keluarga dapat menekan perilaku negatif anak-anak seperti merokok, mabuk-mabukan, dll.

 

Menurut UU Nomor 10 Tahun 1992 dan PP Nomor 21 Tahun 1994, setidaknya ada 8 fungsi yang harus dijalankan dalam keluarga, meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan.

 

Keluarga menjadi tempat terbentuknya karakter seseorang khususnya anak-anak sebagai generasi muda. Dalam tatanan nilai-nilai yang baik dalam keluarga sesuai 8 fungsi tersebut, maka anak-anak dapat tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik. Karakter anak terbentuk dari pembelajaran dan rutinitas yang terjadi dalam keluarga, sehingga orang tua dalam hal ini berperan sebagai role model.

 

Dikutip dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam website resminya, keluarga adalah benteng bagi anak-anak dimasa perkembangannya dan karena anak-anak adalah peniru ulung maka baiklah jika lingkungan tumbuh kembang anak dipenuhi dengan sikap, pola pikir dan perilaku yang patut ditiru. Ke depannya diharapkan anak yang berkarakter istimewa ini dapat menjadi model pembelajaran bagi teman-teman di sekelilingnya pula. Penyebaran virus karakter positif ini tentunya diharapkan mampu menelurkan lebih banyak lagi generasi Indonesia berkualitas yang nantinya menjadi pemegang tampuk kepemimpinan bangsa di berbagai bidang.

 

Sama seperti yang diungkapkan oleh Pemerhati Anak dari Obor Berkat Indonesia, Susiati Rahayu, bahwa perilaku hidup orang tua lebih banyak melekat pada anak dari nasehat yang dikatakan orangtua, sekecil apapun perilaku yang dilakukan. Sedangkan pemberontakan yang dilakukan anak sering kali dipicu oleh kritik pada orang tua yang tidak disampaikan atau dipendam oleh anak.

 

"Jika orang tua menasihati anak, namun perilaku orang tua tidak melakukan hal yang sama seperti yang ia nasihatkan maka bisa jadi anak akan menurut, tetapi di dalam hati anak memiliki perlawanan yang mungkin menimbulkan pemberontakan. Pemberontakan akan terjadi yaitu dengan cara melampiaskan pada orang lain,"ungkapnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap orang tua penting mengajak keluarga berkumpul untuk berdialog dan mengungkapkan keluh kesah dari anak, bersedia dikritik, bersedia meminta maaf dan mengajak seluruh keluarga memulai lembaran perilaku baru yang baik.

 

"Penting juga keluarga saling mengasihi, saling peduli, tidak mementingkan diri sendiri, saling menghargai dan bagaimana orang tua perlu memberikan kebutuhan (sandang, papan, pangan) supaya tercukupi, " tutupnya.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.oborberkat.com/patner/donation.html