Narkoba Merenggut Kebebasan

Show English Version

  • 2017-06-22
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 1098
Photo : freepik.com

Peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2017 merupakan pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat supaya waspada terhadap ancaman bahaya narkoba. Kewaspadaan terhadap narkoba perlu ditingkatkan karena setiap menitnya narkoba telah merenggut kebebasan setiap penggunanya untuk hidup sejahtera.

 

Menurut United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), sekitar 200 juta orang menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain, ganja, halusinogen, dan opiat di seluruh dunia. Sedangkan data BNN, di tahun 2015 kenaikan pengguna narkoba telah mencapai 5,9 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sangat signifikan jika dibandingkan di tahun 2011 dengan jumlah 3,8 juta orang. Dari data tersebut diperkirakan 33 orang meninggal setiap harinya karena narkoba.

 

Narkoba merupakan istilah untuk narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lain. NAPZA disebut dengan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Penyalahgunaan NAPZA terjadi apabila seseorang menggunakan NAPZA secara berlebihan, berkala atau terus-menerus. Akibatnya seorang pengguna akan dirugikan secara jasmani, mental dan kehidupan sosial.

 

Ketergantungan NAPZA sering ditandai dengan keinginan kuat memakai NAPZA, tidak dapat mengendalikan pemakaiannya, dosis semakin tinggi, hingga akan terus bergantung pada NAPZA kendatipun seseorang mengalami penyakit kronik. Resiko paling besar tertular penyakit banyak terjadi pada pengguna NAPZA dengan jarum suntik, seperti infeksi hepatitis B dan C, hingga HIV.

 

Menolak dan menghindari narkoba dapat menggunakan beberapa cara seperti metode probing,broken records, pointing out consequences, dan change topic. Probing merupakan metode dengan meminta penjelasan dan bertanya secara berulang-ulang dengan maksud menolak tawaran menggunakan narkoba. Broken records yaitu konsisten untuk mengatakan ‘tidak’ secara berulang-ulang ketika mendapat tawaran obat terlarang. Pointing out consequences yaitu meminta penjelasan akibat dari narkoba jangka pendek maupun jangka panjang. Change topic yaitu menolak tawaran narkoba dengan mengalihkan perbincangan.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.oborberkat.com/patner/donation.html