Pras: Dari Gambar Sederhana, Sampai Batik

Show English Version

  • 2014-06-05
  • Author : Yuliana Martha Tresia N
  • Views : 1858
Pras Dari Gambar Sederhana, Sampai Batik

Anak laki-laki bertubuh mungil yang setia dan tekun untuk belajar membatik di Rumah Seni OBI Tanah Merah itu bernama Pras.

Umurnya baru sepuluh tahun, tapi semangatnya tinggi untuk belajar batik. Dia adalah salah seorang adik binaan Rumah Seni OBI Tanah Merah, sekaligus juga murid di Kelas PKBM A OBI Tanah Merah. Pras memang sudah ikut belajar di Rumah Seni OBI Tanah Merah semenjak satu tahun yang lalu.

Pras adalah anak kedua dari lima orang bersaudara. Ia dan saudara-saudaranya hanya tinggal bersama ibunya yang berdagang kue. Pras tinggal di sebuah rumah yang tidak jauh dari Rumah Seni OBI Tanah Merah maupun dari Tempat Belajar PKBM A. Ia selalu berjalan kaki untuk pergi sekolah atau pergi belajar batik di Rumah Seni OBI.

Awalnya semenjak masih kecil, Pras hanya suka untuk menggambar sederhana, seperti anak-anak yang lain. Pras paling suka menggambar gunung atau pemandangan. Lalu seorang teman satu sekolahnya di PKBM A OBI mengajak Pras untuk ikut belajar batik di Rumah Seni OBI Tanah Merah yang saat itu baru berdiri. Akhirnya, Pras pun tertarik dan ikut. Di Rumah Seni OBI ini, Pras ternyata dapat lebih mengembangkan hobi dan bakatnya untuk menggambar. Untuk desain batik yang dirancangnya sendiri, Pras paling suka menggambar pola tumbuh-tumbuhan. Sekarang, selain mendesain pola batk kreatifnya sendiri, Pras juga sudah bisa mencanting, mencolet, menutup, mewarnai, melorot, dan membilas kain batik hasil karyanya. Dwi, selaku Koordinator Rumah Seni OBI Tanah Merah, memang mengajarkan adik-adik binaan banyak hal tentang seni batik—mulai dari sejarah, proses pembuatan, sampai character building. Hal ini karena untuk membatik, adik-adik binaan harus tekun dan sabar. Dwi juga melihat Pras sebagai seorang anak yang sangat berbakat.

"Pras itu anak yang paling tekun, paling telaten kalau Bahasa Jawanya, paling sabar, anak yang punya ide, paling segalanya disitu, paling taat. Karakternya juga bagus, bertanggung-jawab," kata Dwi.

Meskipun keluarganya tidak ada yang menekuni batik, Pras ingin menekuni batik. Setelah satu tahun dibina dan belajar banyak hal di Rumah Seni OBI Tanah Merah, Pras memiliki cita-cita untuk membuka usaha batik sendiri ketika sudah besar nanti. Karena itu juga, ia mau terus belajar di Rumah Seni OBI Tanah Merah. Bagi Pras, selain bisa mengembangkan bakatnya dan melakukan hal-hal positif untuk mengisi waktu luang, dia juga merasa senang bisa belajar seni batik di Rumah Seni OBI.

Tags : Education
Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.oborberkat.com/patner/donation.html