Beragam Mitos Tentang Asap Rokok

  • 2017-02-06
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 848
Designed by Pressfoto / Freepik

Wawancara Dr. dr Iskandar Irwan Hukom, M.A.

 

Mitos 1

“Kakek saya perokok aktif, usianya bahkan sampai 98 tahun. Paman saya bukan perokok, tetapi di usia 25 tahun ia meninggal karena serangan jantung.”

Fakta :

Ada banyak hal yang tidak bisa langsung dikatakan “hitam” atau “putih”, misalnya datangnya kematian, timbulnya penyakit kanker. Manusia hanya bisa memperkirakan faktor resiko dari bantuan riset, pengalaman dan lain-lain. Merokok sudah jelas meningkatkan resiko, maka tidak bijaksana jika menggunakan pernyataan tersebut.

 

Mitos 2

“Merokok tidak membahayakan siapapun kecuali perokok itu sendiri”

Fakta :

Telah terbukti secara riset bahwa “second smoker” mengalami dampak yang sangat buruk. Itu berarti orang-orang di sekitar perokok sangat rentan untuk mendapatkan dampak buruk dari asap rokok.

 

 

Mitos 3

“Saya akan menurunkan resiko merokok dengan mengganti merek rokok yang kadar nikotinnya lebih rendah”

Fakta :

Nikotin hanyalah salah satu dari ribuan zat “racun” yang ada dalam asap rokok, jadi menghisap rokok yang kadar nikotinnya lebih rendah bukan berarti menurunkan resiko merokok.

 

Mitos 4

“Saya perokok dan melakukan kebiasaan hidup sehat, kebiasaan tersebut saya lakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh rokok.”

Fakta :

Merokok sendiri termasuk kategori pola hidup tidak sehat. Dengan melakukan kebiasaan hidup sehat tetapi tetap merokok, ilustrasinya sama saja dengan membayar hutang tetapi membuat hutang baru.

 

Mitos 5

“Jika berhenti merokok, saya akan sakit.”

Fakta :

Tidak ada penelitian yang bisa membuktikan pernyataan tersebut, justru anjuran untuk segera berhenti merokok tetap diberikan oleh ahli kesehatan, untuk hidup yang lebih sehat.

 

Mitos 6

“Berhenti merokok membuat saya kehilangan teman dan merasa tidak gaul.”

Fakta :

Banyak orang yang bisa tetap gaul, tanpa merokok dan tetap punya teman.

 

Mitos 7

“Merokok membuat saya dapat berpikir kreatif dan memicu karya-karya yang bagus.”

Fakta :

Tidak ada bukti bahwa merokok meningkatkan daya kreativitas dari manusia, karena jika memang demikian, maka anjuran merokok untuk meningkatkan kreativitas harus diberikan sejak dini di sekolah.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.oborberkat.com/patner/donation.html