Pendidikan Karakter Kunci Utama Bagi Generasi Yang Lebih Baik

Show English Version

  • 2016-02-10
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 1911
sumber foto : suparlan.com

Apa yang terjadi jika sistem pendidikan hanya fokus untuk meningkatkan kecerdasan intelektual saja dan melupakan pengembangan karakter? Dalam kehidupan sehari-hari orang yang memiliki kecerdasan intelektual tanpa karakter yang baik dirasakan tidak terlalu bermanfaat bagi orang lain bahkan cenderung merugikan orang lain.

Kecerdasan intelektual yang diimbangi dengan bekal pendidikan karakter akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kecerdasan intelektual yang tidak diimbangi dengan karakter yang baik. Kita tentunya masih ingat satu tokoh politisi terkenal bernama Adolf Hitler. Kebijakan Hitler yang supremasis dan termotivasi oleh ras mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia II, 6 juta orang diantaranya adalah kaum Yahudi.

Pendidikan karakter berperan untuk mencegah setiap individu menjadi pribadi dengan perilaku yang menyimpang karena berbagai faktor seperti lingkungan, ekonomi, maupun keluarga. Melalui pendidikan karakter, akan terbentuk generasi bangsa yang bertanggungjawab, toleran, menghargai perbedaan serta bijaksana dalam menyikapi beragam problematika sosial.

Character building

Character building berperan untuk membentuk pikiran, tindakan dan perbuatan setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat melalui 3 tahap terpenting yaitu :

I. Personal Transformation

Membangun ikatan antara nilai yang luhur dengan perasaan sehingga setiap individu menjalankan nilai tersebut bukan karena kewajiban, dalam tataran intelektual, juga bukan karena takut pada pimpinan, dalam tataran emosional, melainkan sebagai sebuah komitmen spiritual kepada Sang Pencipta.

II. Mission & Character Building

Penetapan visi misi di dalam setiap individu yang mampu mendorong sebuah keberhasilan merupakan hal yang sangat penting. Selanjutnya, perlu dilakukan pembentukan karakter sumber daya manusia supaya Visi – Misi tersebut dapat diwujudkan.

III. Self Control & Collaboration

Seseorang perlu mengendalikan diri sendiri untuk melihat kelemahan sebagai suatu kekuatan yang dapat digunakan untuk meminimalisir masalah bahkan keluar dari masalah.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.oborberkat.com/patner/donation.html