Klinik Gigi OBI Ajak Masyarakat Periksakan Gigi Secara Rutin

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting yang harus dijaga oleh setiap individu supaya terhindar dari gangguan kesehatan. Menurut Laporan Riset Kesehatan Dasar 2007, sebanyak 70% penduduk Indonesia mengalami karies dan gigi berlubang. Akan tetapi, dari data tersebut hanya satu persen saja yang melakukan perawatan gigi secara berkala. Hal itu menjadi gambaran tentang minimnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi, padahal pemeriksaan gigi merupakan cara efektif untuk mencegah kerusakan gigi dan menjaga gigi tetap sehat.

Gizi Buruk & Kurang Gizi: Apa Bedanya?

Jika anak tidak memperoleh asupan gizi yang tepat sesuai usianya, anak dapat mengalami masalah gizi. Setidaknya ada dua istilah yang sering dipakai di masyarakat untuk masalah gizi anak, yaitu kurang gizi dan gizi buruk. Dalam istilah medis, kurang gizi dan gizi buruk disebut sebagai Malnutrisi Energi Protein (MEP). Jika kurang gizi adalah Malnutrisi Energi Protein (MEP) ringan, maka gizi buruk adalah Malnutrisi Energi Protein (MEP) berat. Gizi buruk sendiri memiliki tiga bentuk klinik, yaitu Marasmus, Kwashiorkor, dan Marasmur-Kwashiorkor.

OBI di Nias: Solusi Untuk Masalah Gizi

Sudah 11 tahun OBI berdiri dan berkarya di Pulau Nias, setelah bencana gempa bumi menggoncang pulau ini di tahun 2005. Berawal dari aksi tanggap bencana, program-program Obor Berkat Indonesia bagi masyarakat Nias berkembang sampai meliputi 4 pilar pelayanan, yaitu kesehatan, pendidikan, tanggap bencana, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pilar kesehatan, masalah gizi anak merupakan salah satu yang menjadi perhatian Obor Berkat Indonesia. Obor Berkat Indonesia berupaya untuk membantu mengatasi masalah gizi di Pulau Nias melalui program yang bersifat holistik. Karena itu, Obor Berkat Indonesia tidak hanya mengintervensi anak penderita gizi buruk atau kurang gizi secara medis, tetapi juga keluarganya. Apa saja yang dilakukan Obor Berkat Indonesia untuk mereka?

Mengapa Masalah Gizi Masih Menjadi Perhatian OBI Di Pulau Nias?

"Yang sering kita dapatkan di lapangan, banyak anak-anak gizi kurang dan gizi buruk di pulau ini, sehingga masalah ini menjadi salah satu kebutuhan juga yang harus diperhatikan. Kita bisa saja menutup mata dan melakukan program lain, tetapi kita tidak tega melihat anak-anak yang tidak makan dan kurus. OBI turun ke desa-desa, ke pelosok-pelosok pulau ini, dan melihat masalah gizi masih menjadi masalah yang utama, terlebih karena terkait dengan masalah kemiskinan," (Joni Arianto Nazara, Project Koordinator OBI Nias)

46 Anak Ikuti Khitanan Massal di Jakarta Timur

Obor Berkat Indonesia untuk kedua kalinya ikut berkontribusi dalam kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan di sekolah SMAN 12 Klender, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan kerjasama OBI bersama alumni SMAN 12 Klender Jakarta timur dalam rangka reuni akbar pada 28 Agustus 2016.

Klinik OBI Lippo Cikarang Tangani Anak Gizi Buruk

Keadaan Muhammad Rasya, salah satu pasien klinik OBI terbilang cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak? Usianya 2 tahun, namun ia belum mampu berjalan maupun berbicara. Saat datang berobat ke Klinik OBI bersama kedua orangtuanya, Rasya mengalami sesak nafas dengan wajah yang sangat pucat. Ia segera ditangani oleh dokter dengan memberikan nebulizer untuk mengurangi sesak nafas yang dialaminya.

Menolong Anak-anak Gizi Buruk di Siwalubanua

Perjuangan untuk membantu anak-anak kurang gizi di Pulau Nias masih terus berlanjut. Obor Berkat Indonesia bersama Tango pada 2 September 2016 menggelar kegiatan screening untuk mengawali Program Makanan Tambahan di Siwalubanua, Nias Selatan. Secreening yang berlangsung di Puskesmas Somambawa ini dibantu oleh para relawan dokter spesialis gizi OBI, dokter umum OBI, para kader serta petugas Puskesmas.

Tubuh Sehat, Prestasi Meningkat

Dalam komitmen mendukung Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK), Obor Berkat Indonesia bekerjasama dengan Peduli Kasih Indosiar mengadakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 30 anak dengan gizi kurang di Mandrehe, Pulau Nias. Program PMT dimulai pada 28 Agustus 2016 di Posyandu Plus Simaesi Mandrege.

WEEKLY REPORT
http://www.oborberkat.com/patner/donation.html